Kurma adalah buah yang berkah, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa
sallam mewasiatkan kepada kita untuk memakannya ketika mulai berbuka
dari puasa Ramadhan.
إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ بِالتَّمْرِ فَإْنَّهُ بَرَكَةٌ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ تَمْرًا فَالْمَاءُ فَإِنَّهُ طَهُوْرٌ
Dari Salman ibn ‘Aamir, Sesungguhnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi
wa sallam bersabda, “Jika salah seorang diantara kalian akan berbuka
puasa, maka berbukalah dengan kurma sebab kurma itu berkah, kalau tidak
ada maka dengan air karena air itu bersih dan suci. (HT. Abu Daud dan
Tirmidzi)
كان يفطر قبل أن يصلي على رطبات فإن لم تكن رطبات فتميرات، فإن لم تكن تميرات حسا حسوات من الماء
Dari Anas, sesungguhnya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berbuka
puasa dengan beberapa ruthab (kurma mengkel segar yang baru dipetik dari
pohonnya-pent) sebelum shalat, kalau tidak ada ruthab, maka
denganbeberapa kurma matang, kalau tidak ada, maka dengan meneguk
beberapa tegukan air putih. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Memakan kurma bukan saja sebuah anjuran akan tetapi pada faktanya merupakan sumber kesehatan yang besar manfaatnya bagi tubuh. Berdasarkan penelitian bio-kimia, ditemukan bahwa satu bagian kurma
yang kita makan sama dengan 86 – 87 % beratnya; mengandung 20 – 24 %
air; 70 – 75 % gula; 2 – 3 % protein; 8,5% serat; sangat kecil sekali
kandungan lemah jenuh (lecithine).
Berdasarkan penelitian tersebut, juga ditemukan bahwa ruthab (kurma
mengkel) mengandung 65 – 70 % air berdasarkan berat bersihnya; 24 – 58 %
zat gula; 1,2 – 2 % protein; 2,5 % serat, dan sedikit sekali mengandung
lemak jenuh (lecithine).
Berdasarkan penelitian kimiawi dan fisiologi yang dilakukan Dr. Ahmad
Abdul Ra’ouf Hisyam dan Dr. Ali Ahmad Syahhat, diperoleh data sebagai
berikut:
* Mengkonsumsi ruthab (kurma mengkel, masih segar, matang dipohon)
atau tamar (kurma matang kering seperti yang tersebar di Indonesia
-pent) setiap kali mengawali buka akan menambah terhadap badan
persentase yang besar akan kandungan zat gula, maka dengan ini akan
hilang penyakit anemia (kurang darah), sehingga tubuh lebih menjadi
bergairah;
* Saat lambung kosong dari makanan, maka ia akan mudah mencerna dan
menyerap makanan kecil yang mengandung gula ini secara cepat dan
maksimal;
* Sesungguhnya kandungan ruthab dan tamar akan zat gula dalam bentuk
kimia sederhana menjadikan proses mencerna dan menyerap di lambung
sangat mudah, sebab 2/3 (dua per tiga) zat gula ada dalam tamar dan
dalam bentuk zat kimia sederhana. Hal ini pun bisa meningkatkan kadar
gula dalam darah dalam waktu yang singkat;
* Sesungguhnya adanya tamar yang mengandung air, dan ruthab yang
mengandung air tinggi (65 – 70 %) akan menambahkan terhadap tubuh
persentase yang tidak membahayakan, maka dengan itu seorang yang
berpuasa tidak harus meminum air dalam jumlah banyak ketika berbuka.
(Abm)
Dr. Hissaan Syamsi Basya
Oleh karena itu, apakah Anda masih meragukan kedahsyatan buah yang penuh berkah ini ? Ini adalah kesempatan Anda untuk menunaikan perintah Rasul. Apalagi di bulan suci yang apabila dikerjakan amalan sunnah maka akan dijadikan pahalanya sepertil amalan wajib. Dan apabila dikerjakan amalan wajib maka pahalanya akan dilipatgandakan 70 X lipat. Subhanallah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar